Selamat Malam
Selamat
beristirahat untuk kita semua
Percaya atau tidak?
Bahwa tidak ada satu pun orang yang bisa menebak masa depan (read: bahkan untuk
sesuatu yang akan terjadi satu detik setelah ini)
Salam sayang heheh.
Untuk kalian yang telah aku(read:penulis) anggap sebagai sehabat ku.
Ohh tidak lebih tepatnya
yang kuanggap sebagai keluarga.
Mungkin ketika
kalian (read: keluarga dan sahabat) atau
orang lain yang melihat tulisan ini nantinya
akan berpikir. Apakah benar yang menulis
ini adalah seorang perempuan yang kalian kenal (read: aku .... (name)) .
Aku yang kalian
lihat ditulisan ini adalah bagaimana aku yang sebenarnya. Jadi mungkin kalian
tidak usah melanjutkan membaca tulisan ini. Hahah.
Malam ini ditemani
secangkir kopi dengan rintik hujan yang terdengar dari luar. Haha.* Setelah membaca
satu kalimat barusan itu, kalian pasti benar benar berpikir bahwa tidak mungkin
aku yang menulils semua ini. Tapi inilah aku.
Dalam tulisan kali
ini. Aku tidak akan mengenalkan bagaimana sebenarnya aku. Hahah. Aku hanya
ingin berterima kasih untuk 5 bulan yang lalu. Lima bulan di tahun 2014. Kalau
ada orang yang mengatakan butuh waktu kurang lebih 5 tahun untuk bisa benar
benar menjadikan teman sebagai keluarga. Aku rasa 5 bulan pun, bukan waktu yang
sebentar.
Aku hanya ingin
berterima kasih untuk keluarga baruku di 5 bulan yang terakhir ini. Terlebih
untuk 4 itu (ya kalian berempat hahah).
Sekarang aku benar
benar akan mulai menuliskan kisah singkat 5 bulan ini, setalah menuliskan
prolog tidak penting yang cukup panjang di atas.
(WARNING –
Sebelum kalian baca, diingatkan bahwa tulisan ini ditulis sangat lebay dan gak
banget. Hati hati terkena serangan serangan tak terduga setelah membaca ini
wkwkwk – tertanda penulis)
Ini adalah kisah
mengenai si L. (WARNING – Jangan dibawa serius. Lagi baper
ini wkwkwk )
*****
L
Pernah merasa
sendiriian.
Berusaha membaur,
tapi takut tidak diterima
Tapi kalian
menerima.
Bahkan ketika
kalian sudah saling kenal satu sama lainnya jauh sebelum mengenal si L
Masih ingat ketika
kalian dan si L menghabiskan malam untuk membuat tugas dari para dewa kebenaran
itu (read dewa: senior yang selalu benar. Heheh).
Kalian semua sudah
saling mengenal saat itu. Tapi si L hanya orang baru di sana.
Terima kasih untuk
penerimaan kalian kepada si L.
Mulai dari hari itu
meski masih merasa sendiri dan takut tidak diterima.
L mulai bisa
berbaur, lebih tepatnya belajar untuk bisa diterima.
Terus terus terus.
Hari ke hari ke hari.
Ingat.....hari
dimana ada shock terapi besar besaran untuk kita (read: evaluasi gede gedean,
wkwk)
Ingat.....tempat
makan setelah shock terapi.
Ahahah....kalau
terus dingat ingat banyak moment ketika si L merasa benar benar nyaman diantara
kalian.
Mari aku(read:
penulis) ceritakan semua moment itu dengan cepat.
-Ketika setelah
shock terapi kalain dan si L makan bersama. Lantas dari sana bertemu dengan
salah seorang dewa kebeneran itu (read; salah satu senior...you know guyss).
Menghabiskan malam berbagi cerita.
-Lanjut mengingat
suatu kebiasaan kalian dan si L, makan di pusat bisnis di kampus itu.
(IKLAN - moment ini
tuliskan secara acak...sesuai yang ada di kepala penulis. Jadi nggak berurut
waktu gitu. Wkwkwk)
- Bermalam bersama
- Sibuk mengerjakan
tugas dari dewa kebenaran itu
- Saling berbagi
masalah dan uneg uneg *lol (read: ngegosipin orang)
- Melarikan diri
dari acara penutupan mentoring
- Telat datang ke
kampus
- Karoke, berenang,
makan, jalan, blablablabla
- Berurusan ke
tempat orang yang suka mengangkat tinggi dagunya (read: ke tempat anak
pend.d*k)
Yayayaya.....terlalu
banyak moment itu. Jika mau dituliskan semuanya mungkin tulisan ini bisa
diterbitkan dan dijadikan novel. Haha.
Suka duka kalian
dan si L jalani bersama.
Tawa dan tangis
sudah biasa bagi kalian.
Masalah satu adalah
masalah semua.
Satu yang sedang
jatuh cinta (?) semua akan heboh.
Satu menangis semua
menyiapkan telinga, kedua lengan, dan bahu.
Satu ya satu
satu satu satu untuk semua. Semua untuk
satu.
Bukankah terdengar
sebagai kalimat klasik, yang terkadang kalian berpikir “halahh itu tidak mungkin. Bukan kah biasanya orang hanya ada di sekitar
kita ketika dia butuh saja” Haha.
Tapi rasanya kalian dan si L harus mempercayai kaliamat klasik itu. Satu untuk
semua, semua untuk satu.
Kalian berlima
(termasuk si L)
Ingat kah tentang
pembicaraan mengenai belati (hohoho....)
Haha. Maaf penulis
tiba tiba mengingat itu. Setelah berlima selalu. Kemudian kalian mulai dekat
dengan satu orang lagi sehingga sekarang kalian berenam (termasuk si L).
Ahhh ya ingat
kalian, ketika mengadakan acara di sari m*stin (read: sari manggis. Wkwkwk).
Aku yakin si L tidak akan melupakan itu. Indah bukan. Ahhh satu lagi. Ingat
dengan tepung tepung warna. Ingat kah juga dengan pinggir laut. Ingatkah dengan
permainan kejujuran.
Huwaaa. Banyak
bukan yg telah kalian lalui bersama si L. Kalian tahu tidak bahwa si L
menganggap itu sebagai kenangan yang sangat berharga. Apakah kalian demikian???
Haha
Si L
Mungkin inilah
salahnya. Sejak awal dia lebih senang mendengarkan. Bahkan ketika sebenarnya
dia sudah tahu bahwa dia tidak akan bertahan.
Sepertinya ketika
aku menulis ini si L sudah tidak bersama kalian kan?
Si L. Jauh sebelum
liburan sebenarnya dia sudah memikirkan ini.
Si L. Bukannya
tidak ingi berbagi, tapi dia cukup larut dengan kisah kalian.
Si L. Bukan merasa
kalian tidak penting
Si L. Sebenarnya
ingin bahkan butuh saran dari kalian
Si L. Si L. Si L.
Si L? kalian
berpikir seakan anak satu ini tidak pernah punya masalah kan.
Tidak seperti
kalian dia mungkin aneh dan berbeda. Ketika kalian memilih seni si L lari ke
jurnalistik. Ketika kalian sibuk dengan kisah cinta, si L seakan tidak punya
hati untuk merasakan itu. Si L yang hanya sibuk dengan dunia koreanya.
Tapi...stttt.
Itulah si L. Hahah.
Maaf dari si L.
Maaf jika 5 bulan ini si L berbuat salah (read: semua kesalahan, perbuatan,kata
kata, apa aja deh pokoknya yang salah salah hehehe)
Jika boleh berpesan
untuk kalian
Untuk yang sering
dijadikan ‘amak’ – Keep konyol. Langgeng sama abang yang berinisial Fandi itu
(?).....
Untuk satu satunya
yang menjadi anak tunggal – Sayyy selowwww, hahah.
Untuk yang dari
pagi sampai malam kita selalu bersama –Jangan mageran, hemat uang jangan
ngelaundry trs (?), Jangan sampai telat bangun loh, Jangan lupa cerita cerita
soal abang okayyy itu sama si L.
Untuk si manis yang
kayak orang india – Langgeng sama kriuk kriuk.......
Untuk yang
ditetuakan – LUPAKAN BELATI ....wkwkwk. Hidup sehat.
Jadi itu pesan si L.
Dan untuk kalian
(di luar yang berlima)
Terima kasih sudah
menerima si L. Terima kasih untuk semua sikap baik kalian entah yang memang
benar benar baik atau yang hanya sebatas sopan santun.
Si L ingin
menyampaikan pesan satu persatu untuk ke
58 orang itu. Tapi mungkin di tulisan berikutnya.
Dan sekali lagi
untuk kalian yang sudah menjadi keluarga si L.
Kisah singkat yang
mungkin membingunkan dari si L. Kisah tentang si L dan kalian (read: yang
berlima itu).
Terima
kasih untuk 5 bulan ini. Kalian luar biasa - tertanda si L
***
Bagaimana
membingungkan bukan kisah si L itu. Heheh
Terima kasih untuk
kalian yang sudah membuang waktu membaca tulisan tidak jelas ini.Heheh.
Aku (read: penulis)
hanya berusaha menyampaikan apa yg si L ingin sampaikan kepada kalian.
Ok, terima kasih
sekali lagi dari penulis. Mohon maaf jika typo bertebaran di tulisan ini.
Selamat malam untuk
kita semua.
Good night for you
L and Good night for L’s family (read: L’s bestfriend)
*Huwaaa, akhirnya selesai jg. Gimana guys, terlalu baper yahh.
Hahah. Makasih kalau udah dibaca. Kalau enggak juga gak apa apa kok ;D. Btw
cast dari cerita diatas nihhh >>> Pesa (Arfezsa, arpesa,
arpeses...terserah kalian nyebutnya deh), Tia (Epil, Mutia, Effil,
tiarefil...), Muti (Ifra, arwah, adek bp bang O....), Wiwit (ceweknya abang
kriuk kriuk....), Bang Derry (sebut aja yang paling tua *lol wkwk),
Psychostrak(bener gak nih tulisannya), Dan untuk si L wkwkwk. Salanghaeeee. ( L untuk Leave/Left). Gdbye
“Ingat
kita harus bertemu. Bertemu dengan mimpi dan kesuksessan di tangan kita, dan
sampai hari itu datang. Bbm,line,sms,wa,twitter gue masihterbuka untuk kalian.
Kali-kali aja mau ngegosip atau curcol.....wkwkwk.Thanks”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar