Senin, 09 Februari 2015

Dikit aja

Annyeong.
Sedikit aja untuk malam ini. 
Bloggie tersayang muah muah ini kayaknya bakalan jadi blog semi pribadi. Berhubung untuk cerita cerita (Ff, cerpen, dan segalanya itu) masih ke pending di folder yang mulai berdebu di laptop gue. Jadi masih males ngepostnya. Bukan males juga sih. Lebih tepatnya kurang percaya diri sama cerita cerita itu. Cerpen Bad Day or Good Day itu aja termasuk cerpen terburuk dan paling ancur yang pernah gue bikin. So, untuk sekarang blog ini udah bukan buat umumlah. (read:cuma emang yg tau alamat blog ini aja yg bisa ngebuka). Blog ini gue persembahkan untuk share share gaje dulu. Sampai gue bener-bener percaya diri (eaaaaa) buat ngeshare tumpukan file cerita yang udah usang di laptop ini. Ok. Cukup deh. Selamat Malam, Good Night, Jaljayo, Oyasumi. 

Psy

Selamat Malam
Selamat beristirahat untuk kita semua

Percaya atau tidak? Bahwa tidak ada satu pun orang yang bisa menebak masa depan (read: bahkan untuk sesuatu yang akan terjadi satu detik setelah ini)

Salam sayang heheh. Untuk kalian yang telah aku(read:penulis) anggap sebagai sehabat ku.
Ohh tidak lebih tepatnya yang kuanggap sebagai keluarga.

Mungkin ketika kalian (read: keluarga dan sahabat)  atau orang lain  yang melihat tulisan ini nantinya akan berpikir. Apakah benar yang menulis ini adalah seorang perempuan yang kalian kenal (read: aku .... (name)) .

Aku yang kalian lihat ditulisan ini adalah bagaimana aku yang sebenarnya. Jadi mungkin kalian tidak usah melanjutkan membaca tulisan ini. Hahah.

Malam ini ditemani secangkir kopi dengan rintik hujan yang terdengar dari luar. Haha.* Setelah membaca satu kalimat barusan itu, kalian pasti benar benar berpikir bahwa tidak mungkin aku yang menulils semua ini. Tapi inilah aku.

Dalam tulisan kali ini. Aku tidak akan mengenalkan bagaimana sebenarnya aku. Hahah. Aku hanya ingin berterima kasih untuk 5 bulan yang lalu. Lima bulan di tahun 2014. Kalau ada orang yang mengatakan butuh waktu kurang lebih 5 tahun untuk bisa benar benar menjadikan teman sebagai keluarga. Aku rasa 5 bulan pun, bukan waktu yang sebentar.

Aku hanya ingin berterima kasih untuk keluarga baruku di 5 bulan yang terakhir ini. Terlebih untuk 4 itu (ya kalian berempat hahah).

Sekarang aku benar benar akan mulai menuliskan kisah singkat 5 bulan ini, setalah menuliskan prolog tidak penting yang cukup panjang di atas.

(WARNING – Sebelum kalian baca, diingatkan bahwa tulisan ini ditulis sangat lebay dan gak banget. Hati hati terkena serangan serangan tak terduga setelah membaca ini wkwkwk – tertanda penulis)

Ini adalah kisah mengenai si L. (WARNING – Jangan dibawa serius. Lagi baper ini wkwkwk )
*****

L
Pernah merasa sendiriian.
Berusaha membaur, tapi takut tidak diterima
Tapi kalian menerima.
Bahkan ketika kalian sudah saling kenal satu sama lainnya jauh sebelum mengenal si L
Masih ingat ketika kalian dan si L menghabiskan malam untuk membuat tugas dari para dewa kebenaran itu (read dewa: senior yang selalu benar. Heheh).
Kalian semua sudah saling mengenal saat itu. Tapi si L hanya orang baru di sana.

Terima kasih untuk penerimaan kalian kepada si L.
Mulai dari hari itu meski masih merasa sendiri dan takut tidak diterima.
L mulai bisa berbaur, lebih tepatnya belajar untuk bisa diterima.
Terus terus terus. Hari ke hari ke hari.

Ingat.....hari dimana ada shock terapi besar besaran untuk kita (read: evaluasi gede gedean, wkwk)
Ingat.....tempat makan setelah shock terapi.
Ahahah....kalau terus dingat ingat banyak moment ketika si L merasa benar benar nyaman diantara kalian.

Mari aku(read: penulis) ceritakan semua moment itu dengan cepat.
-Ketika setelah shock terapi kalain dan si L makan bersama. Lantas dari sana bertemu dengan salah seorang dewa kebeneran itu (read; salah satu senior...you know guyss). Menghabiskan malam berbagi cerita.
-Lanjut mengingat suatu kebiasaan kalian dan si L, makan di pusat bisnis di kampus itu.

(IKLAN - moment ini tuliskan secara acak...sesuai yang ada di kepala penulis. Jadi nggak berurut waktu gitu. Wkwkwk)

- Bermalam bersama
- Sibuk mengerjakan tugas dari dewa kebenaran itu
- Saling berbagi masalah dan uneg uneg *lol (read: ngegosipin orang)
- Melarikan diri dari acara penutupan mentoring
- Telat datang ke kampus
- Karoke, berenang, makan, jalan, blablablabla
- Berurusan ke tempat orang yang suka mengangkat tinggi dagunya (read: ke tempat anak pend.d*k)

Yayayaya.....terlalu banyak moment itu. Jika mau dituliskan semuanya mungkin tulisan ini bisa diterbitkan dan dijadikan novel. Haha.

Suka duka kalian dan si L jalani bersama.
Tawa dan tangis sudah biasa bagi kalian.
Masalah satu adalah masalah semua.
Satu yang sedang jatuh cinta (?) semua akan heboh.
Satu menangis semua menyiapkan telinga, kedua lengan, dan bahu.
Satu ya satu satu  satu satu untuk semua. Semua untuk satu.

Bukankah terdengar sebagai kalimat klasik, yang terkadang kalian berpikir “halahh itu tidak mungkin. Bukan kah biasanya orang hanya ada di sekitar kita ketika dia butuh saja”  Haha. Tapi rasanya kalian dan si L harus mempercayai kaliamat klasik itu. Satu untuk semua, semua untuk satu.

Kalian berlima (termasuk si L)
Ingat kah tentang pembicaraan mengenai belati (hohoho....)
Haha. Maaf penulis tiba tiba mengingat itu. Setelah berlima selalu. Kemudian kalian mulai dekat dengan satu orang lagi sehingga sekarang kalian berenam (termasuk si L).

Ahhh ya ingat kalian, ketika mengadakan acara di sari m*stin (read: sari manggis. Wkwkwk). Aku yakin si L tidak akan melupakan itu. Indah bukan. Ahhh satu lagi. Ingat dengan tepung tepung warna. Ingat kah juga dengan pinggir laut. Ingatkah dengan permainan kejujuran.

Huwaaa. Banyak bukan yg telah kalian lalui bersama si L. Kalian tahu tidak bahwa si L menganggap itu sebagai kenangan yang sangat berharga. Apakah kalian demikian??? Haha

Si L
Mungkin inilah salahnya. Sejak awal dia lebih senang mendengarkan. Bahkan ketika sebenarnya dia sudah tahu bahwa dia tidak akan bertahan.
Sepertinya ketika aku menulis ini si L sudah tidak bersama kalian kan?

Si L. Jauh sebelum liburan sebenarnya dia sudah memikirkan ini.
Si L. Bukannya tidak ingi berbagi, tapi dia cukup larut dengan kisah kalian.
Si L. Bukan merasa kalian tidak penting
Si L. Sebenarnya ingin bahkan butuh saran dari kalian
Si L. Si L. Si L.
Si L? kalian berpikir seakan anak satu ini tidak pernah punya masalah kan.

Tidak seperti kalian dia mungkin aneh dan berbeda. Ketika kalian memilih seni si L lari ke jurnalistik. Ketika kalian sibuk dengan kisah cinta, si L seakan tidak punya hati untuk merasakan itu. Si L yang hanya sibuk dengan dunia koreanya.

Tapi...stttt.
Itulah si L. Hahah.

Maaf dari si L. Maaf jika 5 bulan ini si L berbuat salah (read: semua kesalahan, perbuatan,kata kata, apa aja deh pokoknya yang salah salah hehehe)
Jika boleh berpesan untuk kalian

Untuk yang sering dijadikan ‘amak’ – Keep konyol. Langgeng sama abang yang berinisial Fandi itu (?).....

Untuk satu satunya yang menjadi anak tunggal – Sayyy selowwww, hahah.

Untuk yang dari pagi sampai malam kita selalu bersama –Jangan mageran, hemat uang jangan ngelaundry trs (?), Jangan sampai telat bangun loh, Jangan lupa cerita cerita soal abang okayyy itu sama si L.

Untuk si manis yang kayak orang india – Langgeng sama kriuk kriuk.......

Untuk yang ditetuakan – LUPAKAN BELATI ....wkwkwk. Hidup sehat.

Jadi itu pesan si L.

Dan untuk kalian (di luar yang berlima)
Terima kasih sudah menerima si L. Terima kasih untuk semua sikap baik kalian entah yang memang benar benar baik atau yang hanya sebatas sopan santun.

Si L ingin menyampaikan pesan  satu persatu untuk ke 58 orang itu. Tapi mungkin di tulisan berikutnya.

Dan sekali lagi untuk kalian yang sudah menjadi keluarga si L.
Kisah singkat yang mungkin membingunkan dari si L. Kisah tentang si L dan kalian (read: yang berlima itu).
Terima kasih untuk 5 bulan ini. Kalian luar biasa - tertanda si L
 ***
Bagaimana membingungkan bukan kisah si L itu.  Heheh
Terima kasih untuk kalian yang sudah membuang waktu membaca tulisan tidak jelas ini.Heheh.
Aku (read: penulis) hanya berusaha menyampaikan apa yg si L ingin sampaikan kepada kalian.
Ok, terima kasih sekali lagi dari penulis. Mohon maaf jika typo bertebaran di tulisan ini.
Selamat malam untuk kita semua.
Good night for you L and Good night for L’s family (read: L’s bestfriend)

*Huwaaa, akhirnya selesai jg. Gimana guys, terlalu baper yahh. Hahah. Makasih kalau udah dibaca. Kalau enggak juga gak apa apa kok ;D. Btw cast dari cerita diatas nihhh >>> Pesa (Arfezsa, arpesa, arpeses...terserah kalian nyebutnya deh), Tia (Epil, Mutia, Effil, tiarefil...), Muti (Ifra, arwah, adek bp bang O....), Wiwit (ceweknya abang kriuk kriuk....), Bang Derry (sebut aja yang paling tua *lol wkwk), Psychostrak(bener gak nih tulisannya), Dan untuk si L wkwkwk.  Salanghaeeee. ( L untuk Leave/Left). Gdbye


“Ingat kita harus bertemu. Bertemu dengan mimpi dan kesuksessan di tangan kita, dan sampai hari itu datang. Bbm,line,sms,wa,twitter gue masihterbuka untuk kalian. Kali-kali aja mau ngegosip atau curcol.....wkwkwk.Thanks”