Senin, 09 Februari 2015

Dikit aja

Annyeong.
Sedikit aja untuk malam ini. 
Bloggie tersayang muah muah ini kayaknya bakalan jadi blog semi pribadi. Berhubung untuk cerita cerita (Ff, cerpen, dan segalanya itu) masih ke pending di folder yang mulai berdebu di laptop gue. Jadi masih males ngepostnya. Bukan males juga sih. Lebih tepatnya kurang percaya diri sama cerita cerita itu. Cerpen Bad Day or Good Day itu aja termasuk cerpen terburuk dan paling ancur yang pernah gue bikin. So, untuk sekarang blog ini udah bukan buat umumlah. (read:cuma emang yg tau alamat blog ini aja yg bisa ngebuka). Blog ini gue persembahkan untuk share share gaje dulu. Sampai gue bener-bener percaya diri (eaaaaa) buat ngeshare tumpukan file cerita yang udah usang di laptop ini. Ok. Cukup deh. Selamat Malam, Good Night, Jaljayo, Oyasumi. 

Psy

Selamat Malam
Selamat beristirahat untuk kita semua

Percaya atau tidak? Bahwa tidak ada satu pun orang yang bisa menebak masa depan (read: bahkan untuk sesuatu yang akan terjadi satu detik setelah ini)

Salam sayang heheh. Untuk kalian yang telah aku(read:penulis) anggap sebagai sehabat ku.
Ohh tidak lebih tepatnya yang kuanggap sebagai keluarga.

Mungkin ketika kalian (read: keluarga dan sahabat)  atau orang lain  yang melihat tulisan ini nantinya akan berpikir. Apakah benar yang menulis ini adalah seorang perempuan yang kalian kenal (read: aku .... (name)) .

Aku yang kalian lihat ditulisan ini adalah bagaimana aku yang sebenarnya. Jadi mungkin kalian tidak usah melanjutkan membaca tulisan ini. Hahah.

Malam ini ditemani secangkir kopi dengan rintik hujan yang terdengar dari luar. Haha.* Setelah membaca satu kalimat barusan itu, kalian pasti benar benar berpikir bahwa tidak mungkin aku yang menulils semua ini. Tapi inilah aku.

Dalam tulisan kali ini. Aku tidak akan mengenalkan bagaimana sebenarnya aku. Hahah. Aku hanya ingin berterima kasih untuk 5 bulan yang lalu. Lima bulan di tahun 2014. Kalau ada orang yang mengatakan butuh waktu kurang lebih 5 tahun untuk bisa benar benar menjadikan teman sebagai keluarga. Aku rasa 5 bulan pun, bukan waktu yang sebentar.

Aku hanya ingin berterima kasih untuk keluarga baruku di 5 bulan yang terakhir ini. Terlebih untuk 4 itu (ya kalian berempat hahah).

Sekarang aku benar benar akan mulai menuliskan kisah singkat 5 bulan ini, setalah menuliskan prolog tidak penting yang cukup panjang di atas.

(WARNING – Sebelum kalian baca, diingatkan bahwa tulisan ini ditulis sangat lebay dan gak banget. Hati hati terkena serangan serangan tak terduga setelah membaca ini wkwkwk – tertanda penulis)

Ini adalah kisah mengenai si L. (WARNING – Jangan dibawa serius. Lagi baper ini wkwkwk )
*****

L
Pernah merasa sendiriian.
Berusaha membaur, tapi takut tidak diterima
Tapi kalian menerima.
Bahkan ketika kalian sudah saling kenal satu sama lainnya jauh sebelum mengenal si L
Masih ingat ketika kalian dan si L menghabiskan malam untuk membuat tugas dari para dewa kebenaran itu (read dewa: senior yang selalu benar. Heheh).
Kalian semua sudah saling mengenal saat itu. Tapi si L hanya orang baru di sana.

Terima kasih untuk penerimaan kalian kepada si L.
Mulai dari hari itu meski masih merasa sendiri dan takut tidak diterima.
L mulai bisa berbaur, lebih tepatnya belajar untuk bisa diterima.
Terus terus terus. Hari ke hari ke hari.

Ingat.....hari dimana ada shock terapi besar besaran untuk kita (read: evaluasi gede gedean, wkwk)
Ingat.....tempat makan setelah shock terapi.
Ahahah....kalau terus dingat ingat banyak moment ketika si L merasa benar benar nyaman diantara kalian.

Mari aku(read: penulis) ceritakan semua moment itu dengan cepat.
-Ketika setelah shock terapi kalain dan si L makan bersama. Lantas dari sana bertemu dengan salah seorang dewa kebeneran itu (read; salah satu senior...you know guyss). Menghabiskan malam berbagi cerita.
-Lanjut mengingat suatu kebiasaan kalian dan si L, makan di pusat bisnis di kampus itu.

(IKLAN - moment ini tuliskan secara acak...sesuai yang ada di kepala penulis. Jadi nggak berurut waktu gitu. Wkwkwk)

- Bermalam bersama
- Sibuk mengerjakan tugas dari dewa kebenaran itu
- Saling berbagi masalah dan uneg uneg *lol (read: ngegosipin orang)
- Melarikan diri dari acara penutupan mentoring
- Telat datang ke kampus
- Karoke, berenang, makan, jalan, blablablabla
- Berurusan ke tempat orang yang suka mengangkat tinggi dagunya (read: ke tempat anak pend.d*k)

Yayayaya.....terlalu banyak moment itu. Jika mau dituliskan semuanya mungkin tulisan ini bisa diterbitkan dan dijadikan novel. Haha.

Suka duka kalian dan si L jalani bersama.
Tawa dan tangis sudah biasa bagi kalian.
Masalah satu adalah masalah semua.
Satu yang sedang jatuh cinta (?) semua akan heboh.
Satu menangis semua menyiapkan telinga, kedua lengan, dan bahu.
Satu ya satu satu  satu satu untuk semua. Semua untuk satu.

Bukankah terdengar sebagai kalimat klasik, yang terkadang kalian berpikir “halahh itu tidak mungkin. Bukan kah biasanya orang hanya ada di sekitar kita ketika dia butuh saja”  Haha. Tapi rasanya kalian dan si L harus mempercayai kaliamat klasik itu. Satu untuk semua, semua untuk satu.

Kalian berlima (termasuk si L)
Ingat kah tentang pembicaraan mengenai belati (hohoho....)
Haha. Maaf penulis tiba tiba mengingat itu. Setelah berlima selalu. Kemudian kalian mulai dekat dengan satu orang lagi sehingga sekarang kalian berenam (termasuk si L).

Ahhh ya ingat kalian, ketika mengadakan acara di sari m*stin (read: sari manggis. Wkwkwk). Aku yakin si L tidak akan melupakan itu. Indah bukan. Ahhh satu lagi. Ingat dengan tepung tepung warna. Ingat kah juga dengan pinggir laut. Ingatkah dengan permainan kejujuran.

Huwaaa. Banyak bukan yg telah kalian lalui bersama si L. Kalian tahu tidak bahwa si L menganggap itu sebagai kenangan yang sangat berharga. Apakah kalian demikian??? Haha

Si L
Mungkin inilah salahnya. Sejak awal dia lebih senang mendengarkan. Bahkan ketika sebenarnya dia sudah tahu bahwa dia tidak akan bertahan.
Sepertinya ketika aku menulis ini si L sudah tidak bersama kalian kan?

Si L. Jauh sebelum liburan sebenarnya dia sudah memikirkan ini.
Si L. Bukannya tidak ingi berbagi, tapi dia cukup larut dengan kisah kalian.
Si L. Bukan merasa kalian tidak penting
Si L. Sebenarnya ingin bahkan butuh saran dari kalian
Si L. Si L. Si L.
Si L? kalian berpikir seakan anak satu ini tidak pernah punya masalah kan.

Tidak seperti kalian dia mungkin aneh dan berbeda. Ketika kalian memilih seni si L lari ke jurnalistik. Ketika kalian sibuk dengan kisah cinta, si L seakan tidak punya hati untuk merasakan itu. Si L yang hanya sibuk dengan dunia koreanya.

Tapi...stttt.
Itulah si L. Hahah.

Maaf dari si L. Maaf jika 5 bulan ini si L berbuat salah (read: semua kesalahan, perbuatan,kata kata, apa aja deh pokoknya yang salah salah hehehe)
Jika boleh berpesan untuk kalian

Untuk yang sering dijadikan ‘amak’ – Keep konyol. Langgeng sama abang yang berinisial Fandi itu (?).....

Untuk satu satunya yang menjadi anak tunggal – Sayyy selowwww, hahah.

Untuk yang dari pagi sampai malam kita selalu bersama –Jangan mageran, hemat uang jangan ngelaundry trs (?), Jangan sampai telat bangun loh, Jangan lupa cerita cerita soal abang okayyy itu sama si L.

Untuk si manis yang kayak orang india – Langgeng sama kriuk kriuk.......

Untuk yang ditetuakan – LUPAKAN BELATI ....wkwkwk. Hidup sehat.

Jadi itu pesan si L.

Dan untuk kalian (di luar yang berlima)
Terima kasih sudah menerima si L. Terima kasih untuk semua sikap baik kalian entah yang memang benar benar baik atau yang hanya sebatas sopan santun.

Si L ingin menyampaikan pesan  satu persatu untuk ke 58 orang itu. Tapi mungkin di tulisan berikutnya.

Dan sekali lagi untuk kalian yang sudah menjadi keluarga si L.
Kisah singkat yang mungkin membingunkan dari si L. Kisah tentang si L dan kalian (read: yang berlima itu).
Terima kasih untuk 5 bulan ini. Kalian luar biasa - tertanda si L
 ***
Bagaimana membingungkan bukan kisah si L itu.  Heheh
Terima kasih untuk kalian yang sudah membuang waktu membaca tulisan tidak jelas ini.Heheh.
Aku (read: penulis) hanya berusaha menyampaikan apa yg si L ingin sampaikan kepada kalian.
Ok, terima kasih sekali lagi dari penulis. Mohon maaf jika typo bertebaran di tulisan ini.
Selamat malam untuk kita semua.
Good night for you L and Good night for L’s family (read: L’s bestfriend)

*Huwaaa, akhirnya selesai jg. Gimana guys, terlalu baper yahh. Hahah. Makasih kalau udah dibaca. Kalau enggak juga gak apa apa kok ;D. Btw cast dari cerita diatas nihhh >>> Pesa (Arfezsa, arpesa, arpeses...terserah kalian nyebutnya deh), Tia (Epil, Mutia, Effil, tiarefil...), Muti (Ifra, arwah, adek bp bang O....), Wiwit (ceweknya abang kriuk kriuk....), Bang Derry (sebut aja yang paling tua *lol wkwk), Psychostrak(bener gak nih tulisannya), Dan untuk si L wkwkwk.  Salanghaeeee. ( L untuk Leave/Left). Gdbye


“Ingat kita harus bertemu. Bertemu dengan mimpi dan kesuksessan di tangan kita, dan sampai hari itu datang. Bbm,line,sms,wa,twitter gue masihterbuka untuk kalian. Kali-kali aja mau ngegosip atau curcol.....wkwkwk.Thanks”

Sabtu, 06 Desember 2014

Stay or Leave

"Jangan tanya kapan aku pergi (pulang ; liburan; go to CGK ) karena ketika aku sudah pergi, mungkin aku tidak akan kembali lagi"
- Stay or Leave ???

Si pendengar

"Pendengar yang baik sebenarnya menyimpan cerita yang lebih banyak dari apa yang ia dengar "
Menjadi seorang pendengar....
yang hanya bisa mendengarkan...
memberi saran...
menanggapi...
tanpa pernah balik menceritakan apa yang sebenarnya ingin ia bagi.
Terkesan seperti orang yang tidak memiliki beban hidup. Terlihat seperti orang yang selalu ceria. Tak pernah terdengar mengeluh. Tak pernah terdengar memiliki masalah. Tak pernah terdengar ....
Apakah memang iya si pendengar yang baik adalah orang yang tak memiliki cerita yang ingin ia bagi?apakah iya si pendengar yang baik tidak ingin didengar juga? Tapi kalau bukan ia yang menjadi pendengar yang baik, siapa lagi yang mau mendengarkan segala bentuk cerita dari kalian?Tapi apa si pendengar yang baik itu tidak butuh seseorang seperti dirinya. Ya orang yang bisa menjadi pendengar juga bagi dirinya. Hahah...kita lihat saja sampai kapan si pendengar yang baik itu bisa menyimpan semua cerita dan masalahnya.

Senin, 01 Desember 2014

Teman ??? friEND?

Pepatah bilang "Kita demi TEMAN, tapi teman DEMIKIAN"
Hidup itu perubahan...
Ketidakpastian
Satu yang pasti dalam hidup adalah perubahan itu sendiri.
"Sekarang tuh hidup udah sendiri-sendiri. Semua sibuk sama urusannya masing-masing. Sakit, susah ditanggung sendiri. Tapi kalau seneng kita tanggung bareng. Terima kasih ya teman-teman" 
Kutipan di atas, cuma sekedar rasa pengertian gue ke kalian yang memang sibuk. Ya. Semua sibuk, jadi mari kita berbagi kesenangan. Dan tanggung sendiri beban kita. Bukan begitukah teman??Semoga kalian selalu sukses. Ya, setidaknya jika tidak bisa berbagi beban dan kesulitan ini tapi kita masih bisa berbagi kesenangan. Bukan kah itu cukup baik teman??
TERIMA KASIH YA TEMAN-TEMAN 

Selasa, 25 November 2014

My Dream - Thankyou God

Before *1 year ago....... (Pict ini hasil murni editan gue, heheh. Dibuat lebih dari satu tahun yang lalu) dan....sekarang gue ada di

After.....*yang dikasih tanda merah itu tandanya gue udah mencapai itu semua (dan disinilah gue sekarang. Di pojok kiri bawah FK UNAND - PSIKOLOGI ) 

Just Share Part 2



Eheh...foto ini nyelip satu. Nonton SJ bareng eka sama lani *nb:sebenernya bareng mbak ajeng jg sih ;;) 

and the last pict....BasecampMB *btw BasecampMB (read:Basecamp Mas Bangkit)

Just Share

Hasil ngebolang...ke EXPO Kampus

Ngerefresh otak dulu...sebelum pada sibuk masing masing 

Masih sama ngerefreshh otak dulu....DuFan 

Persiapan ujian praktek bajep "drama" >>"NAZAKOTAETEYO"

Dan.....akhirnya diwisuda juga ^^ 

Member of BasecampMB....perkenalan yuk dari yang kiri yahhh (parhan,adi,lani,yuly(?),iis,ira,doni,bangkit) 

MAHAsiswa

Annyeong....
Dari mana gue harus mulai??Gue mulai dari nol aja ya (okesip korban iklan wkwkwk)
MAHA ....;
MAHA KUASA;
MAHA ESA;
MAHA MAHA MAHA .....yaMAHA ( LOL weheeh);
Predikat baru;
Status baru;
Gelar baru;
MAHAsiswa;
Terdengar sebagai sesuatu yang cool kah?keren?WOWW? yups mungkin? (kok 'mungkin' sih?)
MAHAsiswa = anak kuliahan = kampus = bebas dari SEKOLAH = gak pake SERAGAM = bisa BERGAYA = bawa TAS YG UKURANNYA SEUPRIT (?) = bebas / NO RULES= SEDIKIT TUGAS = NONGKRONG" (?) = ROMANCE =SENIOR ======== SEMUA ITU HANYA KALIAN TEMUI DI FTV. Ada banyak hal, banyak bagian, banyak aspek, banyak dan banyak lagi yang mesti kudu wajib dan apalah yang lo harus lakuin(anggap aja harus lo lakuin..mesti lo kerjain gitu) ketika lo...bergelar,berstatus,berpredikat MAHAsiswa. Wow??serem ya bahasanya, kita ambil simplenya aja deh yuk >> Ketika lo berpikir, MAHAsiswa itu 'enak' nggak punya tugas sebanyak dan sesese-nya anak SMA / anak sekolah itu tandanya anda masih terjebak dalam FTV (?) Oke mungkin gue terlalu mendikriminasi FTV, pada kenyataanya apa yang ada di FTV yang selama ini kita lihat mengenai kehidupan MAHAsiswa itu ada benarnya. Tapi hal-hal itu hanyalah bumbu...hanya taburan taburan dari kehidupan MAHAsiswa yang sebenarnya (duhh bahasa author ribet yeee). Gue rasa kalau gue ngepost mengenai giman kehidupan jadi MAHAsiswa rasanya belum afdol lah ya. Secara sampai detik gue ngetik ini post'san gelar MABA gue belum juga dicabut. Dan gue rasa lebih banyak blog yang lebih menarik, resmi dan ilmiah yang ngebahas sebenernya apa itu MAHAsiswa, perannya, dan sebagainya mengenai MAHAsiswa. Yang jelas sebagai penutup post'san yang agak agak nggak jelas ini (bukan agak, tapi emang nggak jelas ya :'( weheheh)  Gue cuma mau bilang kalau ,ada baiknya kita menikmati masa-masa yang kita jalani saat ini. Entah sekarang kita lagi jadi siswa, mahasiswa, atau apapun itu. Karena satu yang pasti selain ketidakpastian  itu sendiri adalah bahwa kita tidak akan pernah melewati masa yang sama jika kita sudah melewatinya sekali. So enjoyy.....
Okesip...bubayyyy

ReBron

Assalamualaikum....Hallo...Annyeong
Bertemu lagi sama gue yang habis bertapa setahun lebih ini di puncak tertinggi tempat gue berada malam ini (?) (okesip ini apa sih...).
Yups...setahun sudah tidak mengepost, setahun sudah tidak berkunjung ke blog ini. Kalau seandainya ada yg nanya (tapi kayaknya gak ada yg nanya juga sih...weheheh) 'kenapa gak ngepost ngepost lagi?Lupa kalau punya blog?atau APAAAA???.... wkwkwk. Jadi begini cerita asal mula mengapa kenapa dan bagaimana (?) gue udah lama nggak ngepost lagi. Pertama >> awal tahun 2014 ini kan gue masih resmi sah sebagai siswi kelas 12 SMA yang lagi sibuk-sibuknya tuh. Kenapa sibuk??karena bulan april yang lalu gue harus wajib kudu mengikuti yang namanya Ujian Nasional. Nah otomatis tuh kan mulai dari november lah sampe maret gue ceritanya fokus UN gitu. Mulai dari tambahan yang diadain sekolah, bimbel di lemabaga bimbel gitu, sampai belajar kelompok. Gimana??sibuk banget kan. Weheheh. Jujur dari hati terdalam gue udah niat, abis UN mau ngepost lagi. Ceritaiin masa masa sulit,masa-masa berjuanganya gue demi UN, US,Ujian Praktek. Jatuh bangunnya gue bareng anak-anak BasecampMB. Tapi ternyata dunia tidak berpihak padamu bloggie (?) Setelah UN ternyata gue disibukan sama jadwal fokus buat SBMPTN...(you know lah...tes buat masuk PTN gitu). Tapi lagi nih ternyata dewi fortuna lagi berpihak sama gue (?) gue lolo SNMPTN (jalur masuk PTN tapi yang undangannya gitu). Dari sini muncul lagi secercah harapan gue buat bisa ngeblogging. Tapi lagi lagi kenyataan berkata TIDAK. Gue pun disibukan sama urusan administrasi buat SNMPTN. Skip skip bulan puasa kan tuh. Rencananya lagi mau mulai ngeblogging lagi. Tapi lagi lagi dan lagi hambatan itu muncul babyyy. Sampailah hari dimana gue harus mulai ospek dan semenjak hari itulah kesibukan gue yang sebenar-benarnya muncul satu persatu. Hingga malam ini walau masih dinanti sama tugas agama yang seabrek (?) tapi gue udah terlanjur kangen buat ngeblogging. So...jadilah yang kalian baca ini post'an gue setelah selama setahun menghilang. ;;)
*NB : Gue punya banyak ceritaaaaaaa, yang bakal dishare disini. Tunggu tanggal mainnya yooo (?)

Jumat, 01 November 2013

CP1 : BAD DAY OR GOOD DAY

Bad Day or Good Day


Menjadi seorang “Fans”, pastinya seseorang akan rela melakukan apa saja demi sang idola. Entah meski harus mengeluarkan banyak uang, mengantri sekian jam, atau bahkan tidak jajan selama di sekolah. Menjadi fans sendiri bisa di bedakan menjadi dua yang biasa-biasa aja sama fans yang fanatik, yap betul banget seperti Ara. Seorang fans fanatik dari para hallyu music korea, sebenernya bukan fanatik mengenai musiknya aja tapi Ara suka juga dengan drama-drama korea yang kita tahu bernuansa romance dan juga budaya korea. Bagi Ara korea itu udah bagaikan negara ke-2 untuk nya.
Matahari sudah menunjukan sinarnya, hari apa hari ini? yap hari ini hari minggu tepat tanggal 27 Mei. Hari yang ditunggu-tunggu Ara sejak berminggu-minggu yang lalu. Tanpa sedikit pun kemalasan untuk bangun dihari MInggu seperti biasa, tapi kini Ara segera melesat dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Tak lebih dari 30 menit kini Ara telah rapi dan bersiap untuk memulai harinya yang telah ditungu-tunggu itu. Dengan gerakan kedua ibu jarinya yang cepat ia mengirim sebuah pesan melalui ponsel. “Shinning star like a little diamond makes me love neaga kkoomgyegateun” dering di ponsel Ara berbunyi, dengan cepat ia meraih ponselnya.

“Hallo, Rul lo udah siap kan?”
“Iya, hallo Ra. Udah kok lo jalan sekarang gih. Ntar kalau udah mau sampe dia haltenya sms gue oke”
“Sip, oke. Gue jalan sekarang ya.”
“Oke, buruan.”
Setalah menerima telepon itu Ara segera keluar dari kamarnya dan berpamitan pada sang mama, yang memang sudah tau kalau hari itu anak nya akan ada acara di luar.
“Mah, berangkat ya. Assalamualaikum.”
“Iya Ra. Waalaikumsalam.”

                        Ara keluar rumah dengan langkah yang cepat karena sudah tidak sabar lagi. Hari yang ia tunggu, semua rencana yang ia susun, betapa senangnya membayangkan hari ini. Hari dimana Ara dapat menunjukan bagaiman kesukaanya terhadap hallyu musik korea. Dinaiki nya bis dan memilih duduk dekat pintu bis, Nampaknya keadaan di jalan saat ini tidak mendukung kebahagiaan Ara, jalan saat ini benar-benar macet. Hari yang tadinya begitu cerah dengan seketika berubah, awan mulai mengitam, dan tak lama hujan turun. Jam tangan Ara sudah menunjukan pukul sepuluh tepat, tapi Ara masih berada di dalam bis.

Untungnya keberuntungan masih sedikit berpihak pada Ara hari ini. Ara sampai di halte tempat dia janjian bersama Nurul temannya. Hujan pun kini sudah cukup reda, Setidaknya tidak sederas saat Ara di dalam bis tadi. Segera Ia keluarkan ponselnya dari saku celana dan secepat mungkin mengirim pesan pada Nurul. Nurul yang jarak dari rumahnya tidak begitu jauh dari halte itu, sgera berangkat.

“Si Nurul lama banget sih, rumahnya deket juga.” gerutu Ara.

Baru sebentar hujan itu reda dan sekrang hujan itu kembali turun, dan kali ini benar-benar deras. Para pengemudi motor di jalan itu mau tidak mau harus berhenti dan bertuduh di halte tempat Ara menuggu Nurul. Awalnya hanya satu dua orang pengemudi yang berteduh hingga halte itu kini benar-benar penuh dengan kerumunan orang. Sebagian dari orang itu kebanyankan laki-laki. Ara harus rela berada di tengah-tengah diantara orang-orang itu, tanpa dapat melihat apapun di karenakan tinggi badan oran-orang di depan Ara cukup baginya bagaikan tiang bendera sangat tinggi. Ara terus berharap dalam hatinya agar Nurul cepat-cepat datang. Di keluarkannya kembali ponselnya dan kali ini ia memutuskan untuk menelepon Nurul.

“Halo, Rul lo dimana sih?”
“Ra maaf banget gue lagi neduh ini di warung, abisan gue enggak bawa payung.”
“Hemm, yaudah deh. Tapi kalau ujannya udah reda lo buruan jalannya.”
“Sip Ra, oke.”

Cukup lama hujan itu turun deras dan akhirnya ia mereda, tak lama dari hujan itu reda Nurul yang ditunggu-tunggu datang juga. Dengan celana yang cukup basah Nurul menghampiri ara.

“Ra, gila ya ujannya deres banget.”
“Iya Rul, padahal tadi pagi cerah banget, eh sekarang malah mendung gini.”
“Perubahan cuaca Ra.”
“Yap, yaudah yuk, langsung naik aja tuh bis nya udah ada.”

                        Sepertinya cuaca benar-benar tidak ingin acara Ara sukses. Tepat saat ia turun dari bis dan akan menyebrang menuju mall tujuannya, hujan turun amat deras. Hingga Ara dan Nurul harus berlari cukup kencang agar mereka tidak basah kuyup. Tanpa memikirkan malu karena keadaan mereka yang basah, Ara dan Nurul segera memasuki mall itu dan segera menuju toilet. Di dalam toilet mereka merapikan diri dan bersiap untuk pergi ketempat yang mereka rancanakan.   Di dalam toilet itu ternyata ada dua orang juga yang sepertinya punya tujuan yang sama.
“Permisi, mau ke X2 ya.?” tanya salah seorang dari kedua orang itu.
“Iya, mau kesitu juga?”
Iya, bareng ya?”
“Oke, yuk.”

                        Ternyata tebakan Ara sangat tepat, antrian sudah terbentuk panjang. Yah terpaksa lah Ara dan Nurul harus rela antri di bagian belakang. Kalau dihitung dari depan mungkin Ara adalah orang ke 989 karena begitu panjangnya antrian itu. Padahal untuk bisa mengikuti meet and greet  itu Ara harus rela tidak jajan selama 2 minggu lebih, membatalkan semua acaranya hari ini dan kalau sampai hari ini dia gagal bertemu dengan para member 2AM. Boyband asal korea, yang memang kedatanganya cukup Ara terutama Nurul tunggu.

“ Gila rul, antriannya. Gimana nih? “
“Ya kita haru tetep antri Ra, gila aja kalau udah sampe sini tapi kita enggak jadi ikut.”
“Oke, Hwaiting Rul.”
“Hwaiting”

                        Cukup lama mereka mengantri tanpa antrian itu tidak beranjak sedikit pun, dan setelah waktu yang lama itu pihak panitia mulai membuka pintu café dan antrian mulai bergerak. Keadaan di antrian benar-benar padat, dorong mendorong tidak dapat dihindarkan,  Bayangkan saja Ara dan Nurul yang tadinya berdiri sejajar kini terpisah cukup jauh, Ara berada jauh di belakang Nurul.  Keadaan begitu panas dan sesak, dan ketika Ara menoleh ke sampingnya didapatinya pemandangan yang begitu meneyegarkan mata.  Seketika objek yang menyegarkan mata itu melihat Ara tepat di matanya, dan “klik” Ara langsung salah tingkah.
“Annyeonghaseyo.” sapa seorang cowok, objek yang sedari tadi Ara perhatikan itu.”
“Annyeong,” Jawab Ara ragu-ragu.
“Renaldo imnida, chingu suka 2AM ya.”
“Ara imnida, ya gue suka 2AM juga.
“Oh, ngantri sendrian?”
“Enggak tadi awalnya sama teman tapi eh dia kedorong tu ada di depan, kalau lo?” Ara coba untuk bertanya.
“Gue, sendirian. Sebenernya enggak suka-suka banget, tapi emang kebetulan aja lagi bisa liat dan ada waktu.”
“Eumm, sama sih, gue juga engak suka-suka benget tapi ya kerena  temen gue tu udah ngebet banget pengen liat 2AM jadi ikutan deh, heheh.”
“Hahaha, antriannya parah banget ya, gila ini panasnya.” ucap cowok itu dan membuat Ara semakin salah tingkah.
“Iya nih parah banget,”
“Kalau boleh tau, lo masih sekolah ya? SMA?” tanya cowok itu tanpa basa basi.
“HE-eh , iya tapi bukan SMA gue masih SMP , lo juga pasti masih sekolah kan? pasti SMA?”
“Oh, salah dong gue, hehehe. Gue juga masih sekolah SMP juga kelas 9 sih.” jawab cowok itu dengan santainya.
“Lo kelas 9, sama dong gue juga, hehehe.”
                        Seketika Ara nyaman dengan percakapan itu hingga ia lupa, kalau sekarang ia berada di tengan-tengah antrian. Antrian itu kembali bergerak hingga Ara terdorong kedapan sampai sejajar kembali dengan Nurul.

“Ra, lo dimana tadi, Sorry ya gue kedorong-dorong jadi ninggalin lo.”
“Di belakang Rul, woles aja lah. Eh tau nggak tadi gue ketemu siapa?”
“Siapa Ra?Joongwoon, apa teachoon? Aoa jangan-jangan Kim soo hyung?”
“Ah, ngaco lo, ya kali Joongwoon, Teachoon, sama Soo-hyun ikutan ngantri. Bukan-bukan tapi gue ketemu orang yang ya, lumayan mirip kimbum.”
“Yeh, gue kira siapa. Mirip kimbum, yakin lo? mau liat, siapa namanya?”
“Renaldo, ada tuh dibelakang.”
“Yaudah ntra kalau udah masuk terus kita ketemu kenalin ke gue ya.”
“Oke, pastinya itu.”

                        Akhirnya perjuangan Ara dan Nurul untuk mengantri cukup lama akan segerea terbaya. Sebentar lagi antrian mereka akan sampai di depan pintu café itu dan itu tandanya bahwa mereka akan segera masuk kedalam dan akan segera melihat member-member 2AM. Saat antrian itu mulai bergerak Ara dan Nurul sudah sangat dan Amat senang, tapi dengan secepat kilat kesengan itu hilang.

“Maaf mba antrian kami hentikan karena kapasitas di dalam café sudah penuh.” Ucap salah satu pegawai café itu.

Satu kalimat yang bisa merusak semua mimpi Ara, satu kalimjat yang menyia-nyiakan semua usaha nya.
“HAH? APA pak, udah penuh? enggak mungkin dan enggak bisa gitu dong pak. Kapasitas café ini kan 1500 orang dan saya yakin  pak di dalem belum sampe seribu orang. Enggak bisa gitu. “ teriak Ara dan para pengantri di belakang yang jelas-jelas tidak terima dengan kebijakan panitia.
“Iya-iya tapi di dalem itu udah penuh, jadi maaf  yang di luar ini sudah tidak bisa masuk.”
“Enggak bisa gitu pak, gimana sih.” teriak seorang pengantri cewek di belakang Ara.

                        Ara dan Nurul benar-benar kesal, kecewa, marah. Mereka meninggalkan antrian itu bersamaan dengan para pengantri lainnya. Entah apa yang bisa mereka katakan lagi, terlebih lagi Nurul ia benar-benar sedih karena kehadiran 2AM itu sudah ia tunggu dari masih isu-isu belaka hingga itu benar adanya. Mereka berdua terduduk lemas di lobi mall itu bersama beberapa fans dari 2AM juga yang tidak bisa masuk keacara itu.

“Lo percaya takdirkan Rul?” tanya Ara ragu-ragu.
“Iyalah” Jawab Nurul ketus
“Nah mungkin ini yang namanya takdir Rul. Kita dan orang- orang di sini emang mungkin belum di takdirin bisa liat oppadeul 2AM.” ucap Ara
“Mungkin iya ini  takdir, Hemm” Nurul menarik nafasnya panjang.”
“Iya kan ini takdir, setuju kan. Yaudah kalau gitu kita biarin aja, sekarang gimana kalau kita makan aja, mau nggak?” bujuk Ara pada sahabatnya ini yang terlihat seperti orang habis di putusin pacar atau orang abis kehilangan mobil yang harganya ratusan juta.”
“Oke deh, Ayo kita jalan aja. Hwaiting.” ucap Nurul mulai bersemangat.
“Hwaiting.”
                       
                        Mereka pun meninggalkan lobi itu dan menuju kesalah satu restoran cepat saji di mall itu. Mencoba melupakan semua yang telah mereka lalui tadi.

“ Makan apa Ra?” tanya Nurul selagi melihat-lihat papan menu yang tertera.
“Gue, ayam sama nasi, Minumnya Mocca aja Rul.”
“Oke deh. Eh Ra mending lo cari tempat duduk dulu, ini biar gue aja yang ngantri gimana?”
“Sip deh Rul.”
                        Ara meninggalkan Nurul di antrian pesanan makanan itu, dan mulai mencari tempat duduk. Sepertinya kesialan tak berhenti mengikuti mereka, karena ternyata di restoran itu tak ada satu pun meja kosong.
“Gila, sial banget gue hari ini.” keluh Ara. Namun tak disangka ada suara yang memanggil namanya.
“Ara?”
Ara dengan sigap menoleh ke sumber suara itu dan ternyata dia adalah Renaldo.
“Hei” sapa Ara
“Enggak dapet bangku ya?” tanya renaldo yang ternyata sedari tadi memperhatikan Ara.
“ Iya nih. Padahal tuh temen gue udah selesai mesennya.”
“Yaudah sini aja bareng gue, lagian gue juga sendiri. Itu sih kalau lo sama temen lo mau.”
“Emm, yaudah deh nggak apa-apa yang penting dapet tempat duduk.”
  Nurul menghampiri mereka berdua seraya terheran-heran.
“Rul kenalin nih, orang yang mirip kimbum yang gue bilang.” ucap Ara sambil senyam-senyum
“Annyeong haseyo Nurul imnida.”
“Annyeong haseyo Renaldo imnida.”
           
                        Mereka bertiga makan bersama dan hanyut pada pembicaraan seputar hallyu musik korea. Sepertiyna Nurul dan Ara juga sudah tidak mengingat akan semua usaha sia-sia yang mereka lakukan hari ini.
“Iya tuh Do, Gue sih suka banget sama Donghae oppa, gila manis banget.”
“Apaan, deh lo Ra. Orang cakepan Siwon oppa, ya kan Do”
“Hahaha, lo berdua ada-ada aja deh. Cakepan  Suzzy kemana-mana.”
“Lah lo mah Do, orang kita lagi ngomongin SUPER JUNIOR, kenapa jadi nyambung ke Miss A. Ah males banget deh gue.”
“Wahahaha, lagian lo berdua orang gue cowok nanya cakepan siapa. Ya cakepan gue lah.”
“Wuihh, Mianhe ya Do. Lo boleh mirip kimbum tapi kalau dibandingin sama oppadeul Suju jelas jauh banget banget.”
“Iya Do sesuju gua ama Nurul, lo sih kalau dibandingin sama Suju enggak ada apa-apanya.”
“Wahahaha, siapa juga yang mau dibandingin ama suju orang gue Cuma bilang kalau gue cakep.”
“Dasar lo, pede gila, hahahaha.”
“Eh-eh dari pada lo berdua dibandingin sama Heechul hyung, pasti  cantikan Heechul hyung kemana-mana” ledek Renaldo.
“Yehh, sembarangan aja, tapi iya juga sih Rul kita kalah cantik sama Heechul oppa padahal kan oppa cowok, ya?”
“Ahh, gila lo berdua udah tau Heechul oppa itu namja mana mungkin cantik. Lo lagi Rul iya-iya aja. Itu mah si Renaldo ngomong karena emang kalah saing dia sama oppadeul suju.
“Wahaha, dasar masih aja gue di bilang kalah saing. Liat ntar beberapa tahun lagi smash aja kalah ama gue. hahaha.”
“Ih Renaldo kita tuh lagi ngomongin hallyu korea  kenapa jadi ke smash sih, gila lo.”
“Tapi tenang Rul, beberapa tahun lagi kita akan mengalahkan 7icons, wahahaha.”
“Wahahaha, betul tuh Ra, kita kalahkan mereka. Hahahaha” sambung Renaldo
“Hahaha, sesuju Do” timpal Ara kembali
“Yehhh, emang dasar gila lo berdua, hahahaha.”

                        Mereka benar-benar hanyut pada pembicaraan ini. Kebersamaan meraka itu tidak berakhir di restoran itu saja tetapi tetap berlanjut hingga saat ini. Entah mungkin ini yang di sebut takdir. Mereka bertiga kini telah menjadi sahabat yang begitu dekat dan akan terus memberikan hal positif untuk satu sama lainnya. 

*HAI HAI READERS TERCINTAHHH..HEHE. NAH CERITA YANG KALIAN BACA DI ATAS TADI, ITU MURNI KARANGAN DARI GUE LOH..YA. KALAU ADA KESAMAAN NAMA, DAN HAL LAINNYA HARAP MAKLUM. CERITA ITU MASIH JAUH DARI KATA BAGUS, MASIH BANYAK TYPONYA, YAPPP KARENA ITU CERITA UNTUK TUGAS BAHASA..HEHE TUNGGU CERITA-CERITA BERIKUTNYA DARI SAYA YA.... :D 


Bermimpi

Bermimpi
Ku bermimpi setinggi mungkin
Ku bermimpi, walau aku takut
Ku pejamkan mata
Dan ku bayangkan ketakutan itu

Dan ku terbangun
Hancurkan akhir ketakutan itu
Takut untuk jatuh
Seperti bayi burung yang tidak bisa terbang

Bisakah kulakukan itu
Akankah mimpiku menjadi nyata
Ku jalani itu satu persatu
Walau lagi-lagi aku takut

Ku coba kembali bermimpi
Ku bermimpi, walau kau lelah
Ku pejamkan mata
Menghidupkan imajinasi impianku

Dan ku terbangun
Dan ku dapat terbang tinggi
Terbang ke langit membuka sayapku
Terbang tinggi melebihi yang lain
 

                                                                                                                                    By : Y.D.F

*Hai hai..gue persembahkan sebuah puisi yang terinpirasi dari LIRIK LAGU OST.DREAM HIGH. CAT: TIAP KATA DI PUISI INI TIDAK SEPENUHNYA HASIL PEMIKIRAN GUE LOH YA..ADA BEBERAPA LIRIK-LIRIK LAGU. :))